Berdasarkan buku klasik Shu Ching maka sistem penanggalan bangsa Tionghoa telah berjalan lebih dari 4200 tahun,tapi kenapa kalau kita lihat kalender baru sampai 2500an. Karena pada beberapa kekaisaran awal mereka tidak menghitung tahun dan Nabi Besar Khong Hu Cu lah yang menyempurnakannya.
Dan pada Dinasti Han, Kaisar Han Bu Tee sebagai penghormatan tahun pertama ditetapkan berdasarkan tahun kelahiran Nabi Besar Khong Hu Cu, itulah kenapa selalu terjadi selisih lebih 551 tahun dengan kalender masehi.
Perhitungan tradisional penanggalan Tionghoa dimulai pada 2637 SM, Kaisar Huang Ti menyusun putaran dari enam puluh putaran. Sistem tersebut menggunakan bulan dan matahari sebagai patokannya, nah disitulah timbul masalah bagaimana menggabungan bulan dan matahari.
Solusinya adalah dengan menambahkan bulan ekstra alias Lun (bulan ketiga belas). Berdasarkan pengamatan bulan, setiap tahun itu terdiri dari 12 bulan. setiap periode hanya berlangsung 29 setengah hari. agar setiap bulan menjadi pas maka kemudian dibagi lagi menjadi enam bulan kecil yang berjumlah 29 hari dan enam bulan besar yang berjumlah 30 hari.
Total 354 hari. kadangkala beberapa tahun ada yang terdiri atas tujuh bulan kecil atau tujuh bulan besar.
Setiap tahun timbul selisih antara penanggalan yang berdasarkan bulan dan matahari. Agar kembali menjadi imbang maka akan di lakukan penambahan satu bulan setiap tiga tahun. Bulan ini lah yang dinamakan dengan Lun
Kalendar Tionghoa memiliki putaran enam puluh tahun. Putaran ini terbentuk oleh interaksi Sepuluh Batang Langit dan Dua Belas Ranting Bumi. Untuk manifestasinya Dua Belas Ranting Bumi menggunakan simbol hewan yang lebih dikenal dengan Shio dan Sepuluh Batang Langit menggunakan lambang unsur.
Lho, Unsur kan cuma ada lima buah. Setiap unsur menggambil dua tahun karena unsur Yin dan Yang.
Batang Langit yang pertama adalah Chia (Kayu) dan Ranting Bumi pertama adalah Tzu (Tikus), jadi putaran 60 tahun selalu dimulai dengan Chia Tzu.
Dengan kombinasi dari enam putaran Batang Langit dan lima putaran Ranting Bumi maka sempurnalah putaran enam puluh tahun.
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
tetep aja gw kaga ngerti :p
ReplyDeletemasuk akal..
ReplyDeletepinter yah cung quo